• Home
  • Article
  • News
  • Review
  • Tips
facebook twitter instagram pinterest bloglovin Email

Tekno Dab

Saat ini sudah jarang brand-brand android yang mengeluarkan lini tablet. Kalau saya perhatikan, bisa dibilang hanya ada dua brand yang masih cukup rajin mengeluarkan lini tablet dan menurut saya masih layak untuk dipertimbangkan, keduanya yaitu Samsung dan Xiaomi. Pada kesempatan kali ini saya akan mereview lini tablet terbaru dari Xiaomi, yaitu Xiaomi Mi Pad 4. Tablet dengan layar 8 inch, processor Snapdragon 660, RAM 4 GB dan internal storage 64GB ini dijual dikisaran 3 sampai dengan 3,2 juta untuk yang versi LTE di beberapa marketplace atau onlineshop. Sementara yang versi wifi only biasanya dijual lebih murah. Ohya, sebagai informasi saja, Mi Pad 4 ini belum (mungkin tidak) dijual resmi di Indonesia ya. Jadi yang akan kita temui di beberapa marketplace kebanyakan bergaransi distributor.

Unit yang akan saya review kali ini adalah Mi Pad 4 versi LTE bergaransi distributor. Kesan saya ketika pertama kali menggunakan tablet ini adalah RIBET, terlebih lagi unit yang saya dapatkan ini menggunakan ROM MIUI abal-abal. Bagaimana ribetnya? Sudah saya jelaskan di dua postingan saya sebelumnya (di sini dan di sini). Namun, apabila mengesampingkan keribetan di awal pemakaian, menurut saya Mi Pad 4 ini adalah sebuat tablet yang VALUE DEAL banget. 

Kita mulai dari desainnya terlebih dahulu, desain dari Mi Pad 4 ini menurut saya cukup cantik dan clean, membawa layar 8 inch dengan bezel yang tidak terlalu tebal dan sudut-sudut layar yang melengkung membuatnya terlihat kekinian. Bahan backcover-nya terbuat dari bahan metal dengan sedikit bagian yang terbuat dari policarbonate di bagian atas yang berfungsi sebagai antena. Desainnya juga terlihat bersih karena Xiaomi hanya menyematkan logo Mi di bagian belakang dengan ukuran yang cukup kecil.


Tak hanya rupawan casing luarnya saja, "jeroan" Mi Pad 4 ini juga menawan. Dan saya rasa Mi Pad 4 ini merupakan tablet Android dengan spesifikasi terbaik di range harganya. Bagaimana tidak, tablet yang dibanderol tiga jutaan (versi LTE) ini membawa processor Snapdragon 660, GPU Adreno 512, RAM 4GB dan penyimpanan internal 64GB. Dengan spesifikasi yang dibawanya, Mi Pad 4 memperoleh skor Antutu yang cukup besar, yaitu di angka 135.857. Performanya cukup gegas, untuk eperluan buka tutup aplikasi hampir tidak ada lag sama sekali. Kalo cuma untuk keperluan buka-buka social media, nonton video di youtube, atau pekerjaan-pekerjaan ringan seperti office mah pokoke MANTEP tenan lah. Kalo performa gamingnya gimana?
  
  
Untuk performa gaming sih menurut saya masih di atas rata-rata lah untuk standar midrange. Untuk game PUBG, setting maksimal yang didapat adalah Graphic "HD" dan Frame Rate "High". Di setting tersebut, game bisa dimainkan tanpa ada penurunan frame rate (ini yang saya rasakan ya). Untuk game Honkai Impact 3, bisa saja di setting rata kanan semua, namun akan ada beberapa kali frame drop saat dimainkan. Yang menurut saya paling nyaman sih, berkompromi dengan graphicnya, jadi setting video yang dipakai adalah "Mid", FPS tetap 60fps dan setting lainnya tetap ON dan centang. Memang sih grafiknya nggak halus, namun permainan mulus tanpa frame drop. Di game sejuta umat Mobile Legend, setting rata kanan mulus tanpa lag. Di game Contra dan Pro Evolution Soccer juga mulus tanpa lag saat dimainkan. Hanya saja pas main Contra, grafisnya agak stretching vertikal. Mungkin karena rasio layar Mi Pad 4 yang 16:10 dan memang faktor gamenya juga yang gak bisa menyesuaikan atau belum support rasio tersebut. Untuk performa game lebih jelas, bisa tonton video di youtube Tekno Dab.

User Interface yang dibawa Mi Pad ini ya khasnya Xiaomi, apalagi kalo bukan MIUI. Dan menurut saya MIUI ini bagus kok, user interface ke 4 terbaik dari list saya setelah Oxygen OS, Stock Android, dan One UI. Apalagi di MIUI 10 ini sekarang tampilannya lebih clean dan fresh, serta pengoperasiannya yang cukup memudahkan. Hanya saja setting di MIUI ini masih terlalu membingungkan buat saya, masih terlalu banyak kategori dan tidak adanya fitur search di setting membuat saya sedikit kebingungan ketika mencari setting yang diinginkan. Semoga ke depannya ada fitur search di bagian setting untuk memudahkan pencarian settingan. Atau sebenarnya fitur itu ada, hanya saja saya yang gak bisa menemukannya. Ohya, MIUI 10 di Mi Pad 4 ini masih berbasis Android Oreo 8.1.0, belum Android 9.0 Pie.
    
Sensor yang dibawa Mi Pad 4 ini tergolong cukup lengkap untuk ukuran tablet, hanya minus Proximity Sensor, Pressure Sensor dan Temperature sensor. Sensor sidik jari juga absen di Mi Pad 4 ini, sebagai penggantinya Xiaomi menyematkan fitur face unlock untuk memudahkan masuk ke perangkat tanpa perlu memasukkan pin ataupun pattern. Fitur face unlocknya juga bekerja dengan baik di kondisi cahaya cukup maupun minim. Melenceng dari sensor, saya ingin sedikit info tentang speakernya, Mi Pad 4 ini membawa speaker stereo yang menurut saya suaranya lumayan bagus untuk ukuran tablet murah, namun sayangnya kedua speakernya ini diletakkan di bagian bawah semuanya. Jadi efek stereonya jadi agak gimana gitu, kayak ada yang kurang.
  
Masuk ke sektor baterai, baterai yang dibawa oleh Mi Pad 4 tergolong besar untuk tablet ukuran 8 inch dengan banderol harga 3 jutaan, yaitu 6000mAh. Baterai tersebut sudah cukup badak untuk memenuhi kegiatan entertainment ataupun pekerjaan ringan seharian. Saya coba tes baterai dari Mi Pad 4 ini menggunakan PC Mark dan hasilnya Mi Pad 4 ini tembus 11 jam 24 menit. Ya sesuailah dengan ukuran baterainya. Sementara waktu pengisian daya baterai 6000mAh-nya ini cukup lama karena tidak support quick charge, hanya fast charge 10watt saja. Jadi, biasanya saya kalo ngecas malam hari pas mau ditinggal tidur. 

Kameranya gimana? Kalo buat saya sih, kamera di tablet itu gak terlalu penting sih, paling buat keperluan video call aja kalo saya. Kalo yang ingin tau kualitas kameranya seperti apa, bisa mampir ke sini untuk ngecek sendiri kualitasnya.  Di album itu sudah saya share hasil foto dan video menggunakan kamera dari Mi Pad 4 ini.

Nah, MUANTEP to ini Mi Pad 4 nya? Lha terus kekurangannya apa dong? Agak susah sih memang nyari kurangnya di tablet ini, kalo cuman mau nyari-nyari sih buanyak. Tapi dengan harga segitu dibandingkan dengan spesifikasi yang diberikan, akan banyak "maklum maklum" yang bermunculan. Ya maklumin aja, wong udah dikasih murah kok masih minta lebih. Tapi menurut saya, setidaknya ada 3 kekurangan yang menjadi deal breaker untuk memilih tablet ini (khususnya yang versi LTE). Pertama, keribetan di awal pemakaian, apalagi kalau dapat yang ROMnya abal-abal. Kedua, belum atau tidak ada ROM versi globalnya, dan ini juga relate ke kekurangan yang pertama. Ketiga, yang versi LTE ini networknya hanya LTE saja, gak bisa buat nelpon atau sekedar ngecek pulsa, jadi mendingan ambil yang Wi-fi only saja kalo menurut saya.

Kesimpulannya? Kalau menurut saya, bagi yang mencari tablet android yang bukan hanya untuk keperluan multimedia atau main sosmed saja, tapi untuk memenuhi hasrat ngegame juga, Mi Pad 4 ini sepertinya cocok untuk Anda. Tapi Anda harus melewati fase-fase ruwet dan ribet dulu ya sebelum menikmati kenyamanan menggunakan tablet ini. Ya mosok udah dikasih murah masih minta gampang, usaha dikit lah, haha. Tapi perlu diingat juga kalo device ini tidak resmi masuk ke Indonesia ya, jadi saya juga tidak menyarankan untuk membeli Mi Pad 4 ini. Kalo temen-temen mau beli ya monggo saja, gak ada yang larang juga, wong duit juga duit situ bukan duit saya ini. Beli atau tidak? Tentukan pilihan Anda.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Setelah selesai install ROM China dan Google Installer di Xiaomi Mi Pad 4, ternyata masih ada beberapa permasalahan yang masih harus dibereskan (ribet amat yak ini Mi Pad 4). Tercatat (setidaknya di Mi Pad 4 saya) ada 3 permasalahan yang muncul, yaitu :

  1. Tidak bisa install aplikasi yang berukuran besar dari Google Play Store. Saya tidak tahu tresshold-nya berapa, tapi yang saya alami kemarin itu waktu mau install PUBG dari Play Store. Kuota 3GB terbuang sia-sia, sudah selesai download namun gagal pas diinstall. Setelah penyelidikan kecil-kecilan, sepertinya yang gagal download ini adalah aplikasi-aplikasi yang saat diinstal membutuhkan akses untuk menulis file di Internal Storage.
  2. Kontak dari Google tidak mau tersinkronisasi dan tidak muncul di menu sinkronisasi akun Google.
  3. Event-event di kalender dari Google tidak mau tersinkronisasi dan tidak muncul di menu sinkronisasi akun Google.
Nah, untuk mengatasi ketiga permasalahan tersebut, saya harus ke mbah google dulu buat nyari solusi permasalahan-permasalahan tersebut, semua permasalahan tersebut ada di forum en.miui.com, namun masih terpisah-pisah untuk tiap permasalahan dan masih dalam bentuk thread. Saya di sini mencoba membuat tutorial untuk mengatasi ketiga permasalahan tersebut yang terinspirasi dari thread-thread di forum tersebut. Tutorial yang saya share di sini adalah yang sudah saya lakukan di Mi Pad 4 saya dan alhamdulillah berhasil. Akan ada kemungkinan problem di Mi Pad 4 temen-temen sedikit berbeda akar permasalahannya dan membutuhkan penanganan yang berbeda juga. Saya buat tutorial ini dalam bentuk gambar. Yuk langsung saja.

1. Tidak bisa install aplikasi berukuran besar dari Google Play Store





2. Kontak dari Google tidak mau tersinkronisasi






3. Kalender dari Google tidak mau tersinkronisasi





Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Mungkin teman-teman ada yang beli Mi Pad 4 garansi distributor dan mendapatkan ROM yang terinstall di Mi Padnya adalah ROM abal-abal. Bagaimana cara ngeceknya? Beberapa yang saya alami adalah menu MUI version di setting tidak bereaksi sama sekali ketika di tap yang seharusnya ketika di tap akan memunculkan versi MIUI device kita dan akan mengecek ada update terbaru atau tidak. Yang kedua, ketika login ke akun Google, saya menerima email pemberitahuan bahwa saya login akun Google di perangkat baru dan ternyata perangkat baru saya dikenali sebagai Xiaomi Mi Mix 2S. Yang ketiga, saya beberapa kali menemukan peringatan "Android process stopping" dan sejenisnya. Saran saya sih lebih baik di flash ke ROM yang original, tapi untuk informasi, saat ini ROM untuk Mi Pad 4 hanya ada yang versi China, belum ada yang versi globalnya karena memang sampai saat ini Mi Pad 4 belum atau tidak dirilis secara global. Bagaimana cara flash ROM China-nya? Yuk kita lanjut. Tapi sebelum lanjut, langkah-langkah di bawah ini adalah langkah-langkah yang saya praktekkan saat flash Mi Pad 4 saya, jadi sebelumnya, yakinkan dulu diri anda dan selalu ingat DWYOR (Do With Your Own Risk).

Sebelum kita melakukan ritual flash, ada beberapa file yang perlu kita siapkan, yaitu:
  1. ROM China untuk Mi Pad 4, ROMnya yang fastboot ya,
  2. Mi Flash Tool untuk flash ROM nya ke Mi Pad 4,
  3. Google Installer untuk mengaktifkan Google Services ke ROM Chinanya nanti.

Link Download file yang dibutuhkan:
1. ROM China MIUI 10 v10.2.1.0 [link thread] - sebisa mungkin di translate ya websitenya, kecuali sudah ahli bahasa china. Pilih ROM untuk Mi Pad 4, mau yang stable atau developer terserah, tapi kalo saya pakai yang stable.
ROM untuk Mi Pad 4
2. Mi Flash Tool [link thread] - ini Mi Flash Tool yang saya gunakan (harus login dulu sepertinya untuk download). Kalau mau yang terbaru mungkin bisa download [di sini], link-nya sama dengan link ROM, cari di bagian atas.
MiFlash Download
3. Google Installer [link thread]
Google Installer Download
Kalau sudah download semua file yang dibutuhkan, kita lanjut ke langkah berikutnya, tahap pertama yaitu Flash ROM:


1. Extract file ROM China yang kita download tadi. Extract-nya dua kali ya sampai kita dapat folder yang berisi file-file bahan flash seperti di bawah ini. Saran saya sih gunakan aplikasi 7-zip buat ekstraknya.
folder ROM China

2. Install Mi Flash Tool ke PC/Notebook kita sebagaimana kita install aplikasi *.exe seperti biasa. Setelah Mi Flash Tool terinstall, aplikasi tersebut akan bernama "XiaomiFlash" di PC/Notebook kita (setidaknya di tempat saya), buka aplikasi XiaomiFlash tersebut, biarkan terlebih dahulu.

XiaomiFlash



3. Selanjutnya masuk terlebih dahulu ke folder ROM yang kita extract tadi dan copy alamat folder dengan cara klik kanan di address bar dan pilih "copy address as text".

Copy Adress
4. Kita balik lagi ke aplikasi XiaomiFlash dan paste alamat ROM yang kita copy tadi ke address bar di samping tombol "select".
Paste address
5. Sekarang kita ke Mi Pad 4 nya, pastikan Mi Pad 4 kita sudah unlocked bootloadernya, bisa kita lihat ketika kita menghidupkan Mi Pad 4 kita, akan muncul tulisan "unlocked" di bagian bawah layar saat booting.
Unlocked
6. Kalau sudah pasti, matikan lagi Mi Pad 4-nya dan selanjutnya tekan tombol "Volume Down + Power" secara bersamaan sampai muncul Fastboot Mode di layar.
Fastboot
7. Setelah masuk Fastboot Mode, sambungkan Mi Pad 4 dengan PC/Notebook (saya baca-baca, kalau bisa pake port USB 2.0).

8. Setelah tersambung biasanya Windows akan melakukan install driver terlebih dahulu secara otomatis.

9. Setelah driver terinstall, kembali lagi ke aplikasi Xiaomi Flash dan klik menu "refresh". Kalau prosesnya benar, maka Mi Pad 4 akan dikenali dan muncul seperti gambar di bawah ini. Sebelum klik "flash" pastikan pilihan dipojok kanan bawah adalah "clean all", jangan "clean all and lock" kecuali kalo emang bootloadernya mau dilock lagi.
Detect Mi Pad 4
10. Selanjutnya tinggal klik menu "flash" dan tunggu prosesnya sampai selesai dan informasi status di aplikasi XiaomiFlash berubah menjadi "flash done". 

flash done

11. Selesai, tinggal cabut kabel selanjutnya hidupkan Mi Pad 4 anda dan nikmati ROM original untuk Mi Pad 4 anda. 


Catatan :
Apabila sebelum flash ke ROM China kita sudah pernah login ke akun Mi di Mi Pad 4, pas pertama kali dihidupin akan muncul peringatan yang sepertinya meminta kita untuk login ke akun Mi yang sebelumnya kita pernah login (gak mudeng, bahasa china soalnya) nanti tinggal pilih aja yg ada kata-kata wifi (saya agak lupa seperti apa, soalnya gak sempet screenshot atau ngerekam). Tinggal sambungkan ke Wifi dan login ke akun Mi kita.

Eits, tapi belum selesai. Karena yang kita install adalah ROM China, jadi tidak ada Google Services di dalamnya. Kita ke tahap selanjutnya, yaitu install Google Services:
  1. Copy file APK Google Installer yang kita download tadi ke Mi Pad 4 (extract terlebih dahulu apabila file yang kita download masih format zip)
  2. Install Google Installer ke Mi Pad 4, untuk pertama kali biasanya akan muncul request permission untuk install aplikasi dari luar, tinggal klik setting dan berikan permission saja.
  3. Setelah install, buka aplikasi Google Installer dan tap lingkaran berwarna biru yang muncul di bagian tengah bawah layar.
  4. Tinggal tunggu dan ikuti saja prosesnya sampai selesai (dalam prosesnya nanti akan muncul perintah untuk install aplikasi-aplikasi Google, tinggal install aja dan tap "done" kalau sudah selesai install satu aplikasi)
  5. Setelah selesai, kita tinggal login ke akun Google kita dan kita bisa menikmati Google Services di Mi Pad 4 kita.
Semua proses sudah selesai dan kita bisa menikmati Mi Pad 4 dengan ROM original dan Google Services. Untuk finishing tinggal kita uninstall saja aplikasi-aplikasi berbahasa China yang tidak kita butuhkan, tapi kalau butuh ya dibiarkan saja tidak apa-apa.

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Pada 4 November 2016 kemarin tak lama setelah merilis Xiaomi Mi Note 2 dan Mi Mix, Xiaomi kembali merilis smartphone besutannya. Kali ini Xiaomi merilis lini samrtphone penerus dari Xiaomi Redmi 3, yaitu Redmi 4. Sebagaimana kita ketahui, jajaran Xiaomi Redmi selalu menyasar pelanggan kelas menengah ke bawah dengan harga yang sangat terjangkau. Meski demikian jajaran Redmi 4 ini tetap mendapatkan sentuhan desain yang cantik dan terlihat mewah. Redmi 4 juga hadir membawa sistem operasi Adroid Marshmallow 6.0 yang dibalut dengan MIUI 8 di bentang layar 5 inch.

Tidak tanggung-tanggung, Xiaomi langsung merilis tiga varian Redmi 4 sekaligus, yaitu Redmi 4A, Redmi 4 Standard Edition, dan Redmi 4 High Edition. Lantas apa saja perbedaan dari ketiganya? Temen-temen bisa lihat di tabel berikut yang sudah saya rangkum dari website mi.com.
Dari tabel tersebut dapat kita lihat bahwa Redmi 4A merupakan varian terendah dari jajaran Redmi 4. Perbedaan utama dari jajaran Redmi 4 lainnya adalah penggunaan CPU Quadcore Snapdragon 425, kapasitas baterai 3120mAh, dan absennya sensor pemindai sidik jari. Tapi wajar saja, karena hanya dengan 499 Yuan atau sekitar 900ribu rupiah, temen-temen bisa mendapatkan Redmi 4A. Sepertinya ini pertama kalinya Xiaomi membuat smartphone dengan harga di bawah satu juta rupiah.

Redmi 4A (source from here)
Redmi 4 (source from here)
Di tingkatan selanjutnya ada Redmi 4 Standard Edition yang sepertinya memiliki spesifikasi yang hampir sama dengan pendahulunya, yaitu Redmi 3S. Hadir dengan CPU Octacore Snapdragon 430, RAM 2GB dan ROM 32GB. Sektor baterai dan resolusi layarnya pun sama yaitu 4100mAh dan resolusi HD atau 720p. Redmi 4 Standard Edition ini dibaderol dengan harga 699 Yuan atau sekitar 1,3 juta rupiah.

Di tingkat teratas ada Redmi 4 High Edition yang mendapatkan pembaruan yang cukup signifikan dari pendahulunya. Sebut saja CPU Octacore Snapdragon 625, RAM 3GB dan ROM 32GB. CPU berarsitektur 14nm yang diklaim hemat daya ini dipadukan dengan baterai 4100mAh, kebayang gak iritnya gimana? Zenfone 3 yang baterainya hanya 2650mAh saja sudah termasuk irit lho menggunakan processor ini. Tak ketinggalan resolusi layar juga mendapatkan peningkatan ke Full HD atau 1080p. Tapi bukan jajaran Redmi namanya kalau tidak dibanderol dengan harga yang murah, Redmi 4 High Edition ini bisa didapatkan dengan mahar 899 Yuan atau sekitar 1,7 rupiah saja.

source from here
Tetapi, pertanyaan besarnya adalah, kapankah device tersebut akan masuk secara resmi ke Indonesia? Sepertinya hanya Xiaomi dan Tuhan yang tahu. Tapi sepertinya Xiaomi sudah menyiapkan sedikit kejutan untuk fans nya di Indonesia. Hal ini bisa dilihat di webpage sertifikasi postel, terlihat Xiaomi sedang mempersiapkan Xiaomi Redmi 3S yang dirakit di Indonesia. Apakah Xiaomi akan mulai serius dengan pasar Indonesia? Kita tunggu saja. 

Share
Tweet
Pin
Share
3 comments
Older Posts

About me

About Me

Gadget Enthusiast yang selalu senang mencoba hal-hal baru yang berbau teknologi dan selalu ingin sharing pengalaman mencoba hal-hal baru tersebut, namun ada sedikit kendala yang menghambatnya, yaitu MALAS :D

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube

Popular Posts

  • Pengalaman Membeli HP dari Luar Negeri (Aliexpress) – Part 2 (Update 2019)
  • Pengalaman Membeli HP dari Luar Negeri (Aliexpress) – Part 1
  • [Review] Meizu M3S : Kolaborasi Yang Pas

Categories

  • Article (1)
  • News (2)
  • Review (6)
  • Tips (7)

Blog Archive

  • April 2019 (1)
  • March 2019 (3)
  • February 2017 (1)
  • December 2016 (1)
  • November 2016 (2)
  • October 2016 (1)
  • August 2016 (8)

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates | Used by TeknoDAB