• Home
  • Article
  • News
  • Review
  • Tips
facebook twitter instagram pinterest bloglovin Email

Tekno Dab


Setelah Google mengumumkan Android Nougat beberapa bulan lalu. Akhirnya mulai hari ini, pihak CyanogenMod merilis Custom ROM buatannya yang berbasis Android Nougat 7.1, yaitu CyanogenMod 14 (CM 14.1 Nightly Builds). Tapi yang jelas ini merupakan build awal yang tentunya masih perlu pengembangan yang lebih lanjut. Seperti yang dikatakan di website CyanogenMod sendiri bahwa beberapa fitur (seperti fitur tema) mungkin masih belum tersedia. Jadi harap bersabar karena masih dalam proses development.

Untuk build awal ini baru beberapa device saja yang bakal menerima update CM 14 ini, diantaranya adalah sebagai berikut:
- Angler (Nexus 6P)
- Bullhead (Nexus 5X)
- Cancro (Xiaomi Mi3w/Mi4)
- D855 (LG G3)
- Falcon/peregrine/thea/titan (Moto G variants)
- H811/h815 (LG G4)
- Klte/kltedv/kltespr/klteusc/kltevzw (Samsung Galaxy S5)
- Oneplus3 (OnePlus 3)
- Z00L/Z00T (Zenphone 2)

Apakah device temen-temen ada dalam list di atas? Jika ada, mungkin temen-temen bisa ikut membantu perkembangan dari CM 14 ini dengan melaporkan bug-bug yang mungkin ada di build awal ini. Tapi seperti yang dikatakan di website CyanogenMod juga bahwa jangan melaporkan bug seperti fitur yang hilang atau belum ada, karena memang masih dalam proses.

"Bug reports are OK, but please don’t file bugs for missing features since this is all a work in progress. Now is a great time to get involved with the project too- CM is returning to it’s community-driven roots and there are endless ways to help out. - Steve Kondik"

Jadi, apakah temen-temen akan melakukan upgrade ke CyanogenMod 14 (bagi yang devicenya sudah di support)? 

source : cyanogenmod blog
image source : here
Share
Tweet
Pin
Share
1 comments

Pada 4 November 2016 kemarin tak lama setelah merilis Xiaomi Mi Note 2 dan Mi Mix, Xiaomi kembali merilis smartphone besutannya. Kali ini Xiaomi merilis lini samrtphone penerus dari Xiaomi Redmi 3, yaitu Redmi 4. Sebagaimana kita ketahui, jajaran Xiaomi Redmi selalu menyasar pelanggan kelas menengah ke bawah dengan harga yang sangat terjangkau. Meski demikian jajaran Redmi 4 ini tetap mendapatkan sentuhan desain yang cantik dan terlihat mewah. Redmi 4 juga hadir membawa sistem operasi Adroid Marshmallow 6.0 yang dibalut dengan MIUI 8 di bentang layar 5 inch.

Tidak tanggung-tanggung, Xiaomi langsung merilis tiga varian Redmi 4 sekaligus, yaitu Redmi 4A, Redmi 4 Standard Edition, dan Redmi 4 High Edition. Lantas apa saja perbedaan dari ketiganya? Temen-temen bisa lihat di tabel berikut yang sudah saya rangkum dari website mi.com.
Dari tabel tersebut dapat kita lihat bahwa Redmi 4A merupakan varian terendah dari jajaran Redmi 4. Perbedaan utama dari jajaran Redmi 4 lainnya adalah penggunaan CPU Quadcore Snapdragon 425, kapasitas baterai 3120mAh, dan absennya sensor pemindai sidik jari. Tapi wajar saja, karena hanya dengan 499 Yuan atau sekitar 900ribu rupiah, temen-temen bisa mendapatkan Redmi 4A. Sepertinya ini pertama kalinya Xiaomi membuat smartphone dengan harga di bawah satu juta rupiah.

Redmi 4A (source from here)
Redmi 4 (source from here)
Di tingkatan selanjutnya ada Redmi 4 Standard Edition yang sepertinya memiliki spesifikasi yang hampir sama dengan pendahulunya, yaitu Redmi 3S. Hadir dengan CPU Octacore Snapdragon 430, RAM 2GB dan ROM 32GB. Sektor baterai dan resolusi layarnya pun sama yaitu 4100mAh dan resolusi HD atau 720p. Redmi 4 Standard Edition ini dibaderol dengan harga 699 Yuan atau sekitar 1,3 juta rupiah.

Di tingkat teratas ada Redmi 4 High Edition yang mendapatkan pembaruan yang cukup signifikan dari pendahulunya. Sebut saja CPU Octacore Snapdragon 625, RAM 3GB dan ROM 32GB. CPU berarsitektur 14nm yang diklaim hemat daya ini dipadukan dengan baterai 4100mAh, kebayang gak iritnya gimana? Zenfone 3 yang baterainya hanya 2650mAh saja sudah termasuk irit lho menggunakan processor ini. Tak ketinggalan resolusi layar juga mendapatkan peningkatan ke Full HD atau 1080p. Tapi bukan jajaran Redmi namanya kalau tidak dibanderol dengan harga yang murah, Redmi 4 High Edition ini bisa didapatkan dengan mahar 899 Yuan atau sekitar 1,7 rupiah saja.

source from here
Tetapi, pertanyaan besarnya adalah, kapankah device tersebut akan masuk secara resmi ke Indonesia? Sepertinya hanya Xiaomi dan Tuhan yang tahu. Tapi sepertinya Xiaomi sudah menyiapkan sedikit kejutan untuk fans nya di Indonesia. Hal ini bisa dilihat di webpage sertifikasi postel, terlihat Xiaomi sedang mempersiapkan Xiaomi Redmi 3S yang dirakit di Indonesia. Apakah Xiaomi akan mulai serius dengan pasar Indonesia? Kita tunggu saja. 

Share
Tweet
Pin
Share
3 comments

Bagi temen-temen yang mempunyai device Google Nexus 6P, Nexus 5X, dan Pixel C serta mengikuti program Android Beta, temen-temen berkesempatan untuk menjajal Android Nougat versi 7.1 Developers Preview 1 (DP1) yang baru saja dirilis oleh Google belum lama ini. Temen-temen bisa langsung download melalui System Update di device masing-masing atau bisa install melalui factory image di link berikut. Bagi yang belum mendaftar program Android Beta, bisa mendaftar di link berikut dan mendaftarkan perangkat temen-temen. Terus, apa aja sih yang baru di Android 7.1 DP1 ini? Secara umum, Android 7.1 DP1 ini membawa fitur-fitur di Google Pixel ke Nexus Device, meskipun tidak/belum semuanya karena mungkin Google menginginkan fitur tersebut secara eksklusif ada di Google Pixel. Beberapa yang masih absen diantaranya Pixel Launcher, Pixel Camera, Night Light dan Google Assistant. Tapi beberapa fitur tersebut dapat diakali apabila device kita sudah punya akses root. Oke, langsung saja kita bahas fitur-fitur baru di Android 7.1 DP1  ini. Kebetulan saat ini saya memegang device Nexus 5X dan sudah saya update ke Android 7.1 DP1.

App Shortcut
Fitur yang menurut saya paling menonjol adalah App Shortcut ini. Fitur ini hampir mirip dengan 3D Touchnya Iphone, bedanya fitur ini tidak membutuhkan hardware khusus. Kita hanya tinggal melakukan long-press pada ikon aplikasi dan shortcut pun akan muncul. Tapi untuk saat ini baru beberapa aplikasi bawaan Google saja yang mendapatkan fitur ini. Untuk aplikasi yang lain semoga saja segera menyusul. Ohya, fitur ini bekerja dengan lancar baik itu di appdrawer maupun di homescreen. Dan menariknya lagi, shortcut-shortcut tersebut dapat kita letakkan di homescreen untuk akses yang lebih cepat lagi.

  

Moves
Seperti Google Pixel, pada Setting terdapat sebuah menu baru, yaitu Moves. Di sini ada tiga fitur yang disematkan oleh Google. Ada Jump to Camera untuk memberikan akses yang lebih cepat ke aplikasi kamera dengan menekan dua kali tombol power. Kemudian ada Flip Camera yang memudahkan dalam mengganti mode kamera belakang dan kamera depan hanya dengan menggoyangkan device 2 kali di aplikasi Google Camera. Yang ketiga ada Lift to Check Phone yang memberikan kemudahan dalam melihat notifikasi yaitu dengan hanya mengangkat device di saat layar mati. Tapi fitur terakhir ini sebenarnya pada versi sebelumnya sudah ada, hanya saja di update terbaru ini dipindah ke menu Moves. Tapi sayang, gesture di fingerprint untuk swipe panel notifikasi seperti di Google Pixel tidak dibawa ke versi ini.

 

Opsi Restart di Power Menu
WOW, akhirnya setelah bertahun-tahun, Google pun menyematkan opsi Restart pada device keluaran mereka. Saya sendiri sebenarnya kurang begitu tahu alasan Google tidak menyematkan opsi ini di Power Menu sebelumnya, tapi setelah sekian lama Google pun akhirnya menyematkannya. Terima kasih Google.


GIF Search pada Keyboard
Seperti pada aplikasi GBoard yang ada di iOS, Google Keyboard kini bisa digunakan untuk mencari gambar GIF langsung pada aplikasi keyboard. Caranya cukup simpel, tinggal tap saja tombol emoji pada keyboard dan tap "GIF" yang ada di sebelah kanan spasi. Akan tetapi untuk saat ini baru pada aplikasi Messenger fitur ini dapat digunakan, karena untuk dapat menggunakannya pihak developer aplikasi harus memberi tahu keyboard bahwa aplikasinya mensupport masukkan GIF (tentunya dengan bahasa pemrograman ya). Jadi ditunggu saja update dari beberapa aplikasi pihak ketiga.


Beberapa perubahan minor yang memberikan kemudahaan akses, diantaranya:
Panel notifikasi ketika kita swipe pertama kali kini menempatkan 6 Quick Settings Toggles dari yang sebelumnya hanya 5+1 panah. Selain itu icon Setting yang dulunya muncul setelah swipe kedua panel notifikasi, kini ada pada swipe pertama notifikasi.


 

Kiri : Android 7.0 (source) - Kanan : Android 7.1

Tampilan System Update kini lebih lengkap, yaitu menyajikan Android Version dan tanggal Security Patch yang terinstal. Juga, tombol untuk cek update kini dihilangkan.

 

Kiri : Android 7.0 (source) - Kanan : Android 7.1

Posisi Navigation Bar tetap dan tidak berpindah-pindah. Agak susah sih ini untuk menjelaskannya, hehe. Sebelumnya, ketika kita melakukan rotasi landscape searah jarum jam maka Navigation Bar akan berpindah posisi ke arah yang berlawanan. Sekarang posisi Navigation Bar akan selalu tetap dan tidak lagi berpindah-pindah.


Pada Settings kini ada menu Support. Tapi support di sini menurut saya lebih ke Panduan Pengguna atau menu Help kalo di Windows, jadi tidak sama seperti Google Pixel yang bisa Chat dengan Customer Service 7x24 Jam.

Menu Support
Mungkin baru itu fitur-fitur baru yang dibawa oleh update Developer Preview Andorid 7.1 yang bisa saya temukan. Mungkin ada temen-temen yang menemukan fitur-fitur yang lain bisa menambahkan. Fitur-fitur tersebut mungkin belum sempurna untuk saat ini dan pasti akan selalu dikembangkan oleh Google. Dan mungkin beberapa fitur tersebut sudah bisa kita nikmati sebelumnya kalau kita menginstall Custom ROM. Tapi bagi sebagian orang yang menggunakan ketiga device di atas dan tidak ingin repot-repot "mengoprek", fitur-fitur tersebut akan memberikan angin segar bagi penggunanya.
Share
Tweet
Pin
Share
1 comments
Untuk postingan kali ini masih ada hubungannya dengan HP Meizu M3S yang saya beli sebelumnya. Pada saat menerima M3S tersebut awalnya saya sudah senang karena saya mendapatkan FlymeOS versi Global. Dapat dilihat di Setting > About Phone tertera pada build numbernya berakhiran huruf G. Dan kata penjualnya sih bisa update OTA juga. Benar saja, beberapa minggu kemudian memang ada notifikasi update OTA menyambangi M3S saya. Dalam informasinya tertera bahwa M3S saya mendapatkan update FlymeOS ke versi 5.1.5.2A. Eh, kok kayaknya ada yang aneh ya?

Katanya versi Global, kok versi updatenya berakhiran huruf A yang notabene adalah kodefikasi firmware versi China. Informasi changelognya juga menggunakan tulisan China. Jangan-jangan M3S saya memang versi China yang dimodif sama penjualnya agar terlihat menjadi versi global. Karena penasaran, akhirnya saya proses saja updatenya dan benar saja aplikasi-aplikasi berbahasa Chinalangsung bermunculan setelah update. Google Play yang tadinya system app berubah menjadi user app dan error, harus diinstal ulang via Google Installer. Dan M3S saya berubah menjadi versi China, atau sebenernya dari awal sudah versi China. Saya kurang tahu juga.

Untuk performa sih gak ada masalah apapun di versi China ini, cuma kadang keganggu aja sama notifikasi-notifikasi berbahasa China yang tiba-tiba muncul. Akhirnya saya coba cek ke website flymeos.com dan yeeyy, ternyata M3S sudah ada firmware versi globalnya. Tanpa berlama-lama saya download dan siap untuk mengupdate M3S saya. Saya update seperti biasa dengan klik file zipnya, M3S restart dan ERROR. Yak, benar sekali, ERROR, dikatakan kalo Firmware Corrupt padahal filenya baik-baik saja. Setelah berselancar ke dumay untuk mencari penyebabnya, ternyata memang gak segampang itu migrasi FlymeOS dari versi China ke versi Global. Harus ada beberapa treatment yang kudu dilakukan, salah satunya butuh file sh script untuk merubah ke versi global. Dan sh script tersebut berbeda-beda untuk setiap tipe HP. Karena M3S ini masih terbilang baru, nyari sh scriptnya ternyata lumayan susah. Setelah ngubek-ubek berbagai forum akhirnya nemu juga di forum Meizu M3S berbahasa Rusia di 4pda.ru. Ini kok kayaknya malah jadi sesi curhat ya, haha. OK deh, langsung saja ke tutorialnya.

Persiapan sebelum eksekusi:
  1. Harus punya Flyme Account untuk memperoleh hak akses root. Atau coba pake aplikasi Kingroot untuk melakukan root.
  2. Download sh script (global.sh)  untuk merubah M3S ke versi Global di sini.
  3. Download firmware FlymeOS global untuk M3S di sini.
  4. Install aplikasi Terminal Emulator dari Play Store atau download di sini.
Eksekusi :
  1. Pastikan HP sudah dalam keadaan Root. Bagi yang sudah punya flyme account bisa menuju Setting > Fingerprint and Security > Root Permission dan aktifkan root.
  2. Copy file global.sh dan update.zip ke memori internal.
  3. Buka aplikasi terminal emulator, ketikan perintah berikut:
  • su (jika muncul peringatan akses root, allow saja)
  • sh /sdcard/global.sh
Proses akan berjalan dan M3S akan restart ke recovery. Tinggal flash saja firmware FlymeOS versi global. Saran saya lebih baik lakukan “Clear Data” karena kita akan merubah versi FlymeOS nya. Selesai.

Eits, tunggu dulu. Katanya ini versi global, kok Google Play Storenya nggak ada ya? Tenang saja, bagi temen-temen yang mengalami hal tersebut, jangan panik dulu. Sepertinya saat ini memang FlymeOS tidak menyertakan Google Play Service secara built-in meskipun itu versi global. Tetapi FlymeOS versi global memberikan kemudahan bagi yang ingin menginstallnya. Akan ada notifikasi pemberitahuan bahwa Google Play Service belum terinstall dan tinggal tap install dari notifikasi tersebut. Atau kalau tidak ada notifikasi, buka saja aplikasi Hot Apps. Nanti akan ada pemberitahuan kalau Google Play Service belum terinstall, tinggal tap install dan system akan mendownload Google Play Services. Setelah selesai, M3S akan restart dan Anda akan menemukan Google Play Store di Homescreen. Selamat Meizu M3S Anda sudah resmi bermigrasi ke FlymeOS versi Global. Jika ada pertanyaan, temen-temen bisa corat-coret di kolom komentar di bawah. Salam. Hasta Luego!!!

source of files and guide : 4pda.ru and meizufans.eu
Share
Tweet
Pin
Share
22 comments
Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba mengulas sebuah gadget keluaran Ipega, yaitu Ipega Gamepad Bluetooth PG-9025. Meskipun sebenarnya ini keluaran lama, saya baru dapat kesempatan untuk mencobanya sekarang. Sebenarnya ketika mencari-cari gamepad Ipega di internet, ternyata modelnya banyak banget.

Awalnya saya sempat tertarik dengan model lain yang bentuknya seperti Gamepad XBOX dengan holder smartphone model bukaan di tengah. Tapi setelah baca-baca, katanya model holder yang seperti itu kurang nyaman, karena kalau dipakai tiduran holdernya akan nutup sendiri. Bagi yang bingung, saya sendiri juga bingung jelasinnya, bisa lihat penampakannya berikut ini.
Kayak gini ni. 
Akhirnya saya memilih PG-9025 ini yang memiliki model holder “slerekan” -apa ya namanya- di bagian atas gamepad. Sistemnya hampir sama dengan yang di tongsis tongsis gitu lah. Langsung saja ya, ritual pertama yang saya lakukan pastinya adalah melakukan unboxing. Dusnya lumayan kecil dan isi di dalam dus serta penampakan gamepadnya dapat dilihat di foto-foto berikut ini.

 

 

 


Isi dusnya minimalis, cuma ada gamepad, kabel charger micro-usb, dan buku manual. Gak masalah sih buat saya untuk sebuah gamepad, wong HP aja juga sekarang isinya juga cuma itu, paling ditambah kepala charger aja. Untuk ukuran gamepadnya menurut saya agak lebih kecil dibandingkan dengan gamepad console game pada umumnya, tetapi masih cukup nyaman ketika saya pegang karena memang ukuran tangan saya juga agak mini. Mungkin bagi yang tangannya gede akan sedikit kurang nyaman dengan ukurannya, mungkin lho ya tapi.

Untuk warnanya, saya ambil yang warna hitam. Hitamnya adalah hitam doff dengan sedikit aksen merah di bagian analognya. Paduan warnanya cukup pas dan terlihat elegan menurut saya. Ketika dipegang gamepadnya juga terasa lembut dan nyaman banget, buat bikin tetep betah meskipun dipake dalam waktu yang lumayan lama. Tombol-tombolnya sendiri juga cukup empuk dan nyaman. Ohya, layout tombol gamepad ini mengikuti layout gamepad XBOX dengan posisi analog kiri di posisi kiri atas D-Padnya. Bagi yang sudah terbiasa dengan gamepad Playstation mungkin perlu sedikit penyesuaian. Tapi kalo buat saya sih, saya lebih suka dengan layout XBOX ini. Mungkin ada yang belum tau perbedaan layout dari gamepad XBOX dan Playstation, bisa lihat foto berikut.
Kiri : XBOX - Kanan : Playstation
image from here
Ohya, satu yang unik dari gamepad ini adalah peletakan tombol R2 dan L2 nya yang tidak diletakkan pas di bawah R1 dan L1 melainkan di bagian belakang bodinya. Posisi ini sebenarnya cukup memudahkan karena biasanya jari untuk mencet tombol R2 maupun L2 memang ada di belakang, jadi kita tidak perlu merubah posisi jari kita lagi untuk memencet tombol R2 dan L2. Meskipun tetap butuh sedikit penyesuaian untuk terbiasa dan merasakan kemudahan dari peletakan kedua tombol tersebut.

Selanjutnya bicara soal gadget holdernya, holder ini bisa digunakan untuk gadget berukuran 3” - 5,5”. Dan menurut saya holdernya lumayan kuat. Pemakaiannya juga cukup mudah. Daya cengkramnya juga bagus dan tidak merusak nodi smartphone. Mau dipake di posisi apapun gadget tidak akan jatuh. Cuma satu kekurangan dari gadget holdernya, yaitu kalo posisi tombol power atau volume di gadget kita agak ke tengah, tombol ini rawan kepencet oleh holdernya. Untuk ngakalinnya akhirnya saya ganjel sedikit dengan kertas atau apa saja ketika gadget dipasang agar holdernya tidak mencet tombol. Bisa juga dengan menggeser sedikit gadgetnya, tapi posisi gadgetnya jadi tidak di tengah.

Diganjel dikit
Terus cara ngidupin dan menghubungkan ke gadget kita gimana? Gampang kok. Kalo mau pake cara yang dibuku manual dengan download aplikasi, boleh. Tapi ada cara yang lebih gampang ternyata. Caranya tinggal tekan dan tahan tombol “Home + X” agak lama sampe lampu indikator di bawah tombol home berkedip-kedip cepat. Hidupkan bluetooth di gadget dan tinggal pairing saja dengan gamepadnya sampe lampu indikator di gamepadnya berhenti berkedip dan menyala terus tanpa berkedip. Gamepad pun sudah siap untuk digunakan. Cara ini berhasil untuk Android dan PC berbasis Windows, untuk Iphone, saya belum coba. Mungkin ada yang mau minjemin, he.

Katanya sih game android yang kompatibel dengan gamepad ini lumayan banyak. Tapi yang baru saya coba dan langsung bisa dipake sih game FIFA 15, Game-game emulator seperti emulator PSX, PPSSPP, terus Ashpalt 8 juga kompatibel. Selain itu saya belum coba lagi. 

Kalo gamenya gak kompatibel gak bisa dipake dong gamepadnya? Tenang aja, kalo gak kompatibel bisa diakalin kok pake aplikasi-aplikasi Key Mapper yang banyak bertebaran di Play Store. Dari sekian banyak aplikasi KeyMapper, saya sendiri lebih prefer menggunakan aplikasi Tincore Keymapper. Tapi untuk informasi saja, aplikasi ini membutuhkan akses root. Untuk melakukan settingan di aplikasi KeyMapper sendiri juga tidak terlalu rumit. Setelah melakukan setting di aplikasi KeyMapper dan voila, gamepad pun jadi support untuk semua game, gak semua juga sih, karena mungkin ada game-game yang controlnya full gyroscope sehingga tidak bisa pake gamepad. Game yang sudah saya coba pake aplikasi KeyMapper yaitu EvilBane dan Dream League Soccer dan keduanya berjalan sangat lancar.

Apa lagi ya yang mau di bahas? Bingung juga. Mungkin itu dulu aja review saya kali ini untuk gamepad bluetooth Ipega PG-9025. Berikut rangkuman kelebihan dan kelemahan yang saya temukan di gamepad ini.

Kelebihan
  1. Desain elegan
  2. Support banyak game, apalagi ditambah aplikasi KeyMapper, hampir semua game support.
  3. Holdernya kuat, mau posisi apapun gadget tidak jatuh.
  4. Keypadnya empuk dan nyaman.
Kekurangan

  1. Dimensinya agak kecil dibandingkan gamepad console pada umumnya.
  2. Holdernya bisa mencet tombol power/volume bila lokasinya agak ke tengah.
Dari beberapa kelebihan dan kekurangannya, menurut saya bagi yang mau merasakan sensasi bermain game di HP dengan gamepad seperti di console, gamepad ini layak untuk dicoba. Apalagi kalo layar smartphonenya agak seret buat main game, pake gamepad sepertinya bisa jadi solusi yang tepat. Dan Ipega PG-9025 ini merupakan gamepad yang nyaman dan menurut saya worth it untuk dibeli.
Share
Tweet
Pin
Share
5 comments
Pada artikel review Meizu M3S sebelumnya, sudah saya sebutkan bahwa salah satu kekurangan dari FlymeOS adalah telatnya notifikasi dari beberapa aplikasi sosial media. Yang paling terasa bagi saya sih notifikasi di aplikasi Whatsapp, karena memang hanya itu aplikasi chatting yang saya pakai. Tapi ada kemungkinan di beberapa aplikasi yang lain juga sama, notifikasi baru muncul ketika aplikasi dibuka. Jika kalian menggunakan Meizu M3S dan mengalami hal yang sama, beberapa pengaturan pada aplikasi security di bawah ini mungkin bisa mengatasi masalah tersebut.

Mengapa saya katakan mungkin. Ya, karena memang cara ini baru saya coba di Meizu M3S saya yang menggunakan FlymeOS Global versi 5.1..5.0G. Dan Alhamdulillah cara ini berhasil untuk kasus saya ini. Untuk tipe HP Meizu dengan versi FlymeOS yang lain, tidak ada salahnya untuk mencoba. Baiklah, kalo gitu tak perlu berlama-lama lagi, langsung saja ke caranya.

Pertama
Buka aplikasi "Security" di homescreen (1). Masuk ke menu "Accelerator" (2), tap ikon setting di pojok kanan atas (3), tap "Memory acceleration whitelist" (4). Di situ akan tampak beberapa aplikasi yang tidak akan kena dampak apabila system melancarkan memory acceleration. Apabila aplikasi yang temen-temen inginkan belum masuk whitelist, tinggal tap tombol "Add to Whitelist" (5) di bagian bawah dan masukkan aplikasi yang temen-temen inginkan (6). Ohya kalo ada "Google Play Service" atau "Google Service Framework", masukkan saja ke whitelist.

  


  

  
Kedua
Setelah selesai di menu "Accelerator" kita kembali lagi ke menu awal aplikasi "Security". Selanjutnya kita masuk ke menu "Permissions" (7). Di menu ini kita akan mengatur aplikasi yang diijinkan untuk melakukan auto-launched dengan cara tap pada menu "Auto-launched apps" di menu "Permissions" (8) dan aktifkan aplikasi-aplikasi yang temen-temen ijinkan untuk melakukan auto-launched (9). Pengaturan di menu "Permissions" selesai dan kembali lagi ke menu awal aplikasi "Security".

  

Ketiga
Sekarang kita masuk ke menu "Power" di aplikasi "Security" (10). Pada menu power, pilih menu "Standby Management" (11). Jadi FlymeOS ini akan melakukan banned atau mematikan aplikasi setelah HP dalam posisi standby selama 3 menit. Agar aplikasi social media kita tidak kena banned, tinggal kita plih saja aplikasi yang kita inginkan dan kita aktifkan agar tetap terjaga saat HP dalam posisi stanby (12).

  

Tap tombol back sekali, masih tetap di menu "Power". Selanjutnya tap icon setting di pojok kanan atas (13) kemudian non aktifkan opsi "Disable linked launch" (14).

 

Terakhir
Ritual terakhir yaitu mengunci aplikasi social media yang diinginkan di recent apps. Caranya, usap ke atas dari bawah layar untuk membuka recent apps. Selanjutnya tap agak lama pada aplikasi yang kita inginkan untuk mengunci aplikasi tersebut (15), sehingga ketika kita tap tombol close all yang ada di atas layar, aplikasi yang kita kunci tidak akan ikut tertutup.


Done. Dan akhirnya notifikasi social media pun sekarang datang tepat pada waktunya, tidak terlambat lagi. Setidaknya pada HP Meizu M3S saya ya.

Semoga cara di atas dapat mengatasi permasalahan yang sama pada HP Meizu temen-temen. Bagi yang belum berhasil, bisa mencoba cara-cara yang lain, atau berdoa saja semoga pihak Meizu segera merilis update untuk mengatasi masalah yang sebenernya sudah berlarut-larut ini. Akhir kata, Wassalamu'alaikum. Hasta Luegoo !!!
  



Share
Tweet
Pin
Share
3 comments
Setelah sebelumnya saya sudah membagikan pengalaman saya tentang bagaimana saya membeli Meizu M3S dari situs eCommerce Luar Negeri. Kali ini saya akan membagikan pengalaman saya menggunakan Meizu M3S setelah beberapa minggu menjadikannya sebagai daily driver saya.

STORIES
Awalnya saya hanya ingin mencoba membeli HP dari luar negeri. Pengalaman pembelian dari luar negeri juga sudah saya share di artikel sebelumnya, bisa di cek di sini dan di sini. Setelah menunggu akhirnya saya menemukan Meizu M3S di Aliexpress dan tanpa pikir panjang langsung cari yang paling murah dan bungkus. Mengapa harus Meizu M3S? Karena HP ini memenuhi semua kriteria HP yang saya cari. Apa kriterianya? Nanti akan saya jelaskan di belakang. Langsung saja ke reviewnya.
Share
Tweet
Pin
Share
31 comments
Newer Posts
Older Posts

About me

About Me

Gadget Enthusiast yang selalu senang mencoba hal-hal baru yang berbau teknologi dan selalu ingin sharing pengalaman mencoba hal-hal baru tersebut, namun ada sedikit kendala yang menghambatnya, yaitu MALAS :D

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube

Popular Posts

  • Pengalaman Membeli HP dari Luar Negeri (Aliexpress) – Part 2 (Update 2019)
  • Pengalaman Membeli HP dari Luar Negeri (Aliexpress) – Part 1
  • [Review] Meizu M3S : Kolaborasi Yang Pas

Categories

  • Article (1)
  • News (2)
  • Review (6)
  • Tips (7)

Blog Archive

  • April 2019 (1)
  • March 2019 (3)
  • February 2017 (1)
  • December 2016 (1)
  • November 2016 (2)
  • October 2016 (1)
  • August 2016 (8)

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates | Used by TeknoDAB